Find and sed (4)

Meneruskan tulisan sebelumnya soal perintah find dan sed. Selengkapnya…

Find and sed (3)

Selain menulis, pekerjaan berat lain dalam proses kreatif penerbitan buku adalah mengedit. Editorlah yang bertanggung jawab memoles naskah menjadi buku siap cetak. Selengkapnya…

Find dan Sed (2)

Menyambung tulisan sebelumnya soal perintah sed. Cara ini terkadang menghasilkan pesan sed: can't read : No such file or directory. Mari coba cara lain. Selengkapnya…

Find dan Sed

Salah satu perintah di Linux yang menurut saya cukup menarik adalah sed. Sebagai penulis merangkap editor, sed sangat berguna bagi editor dalam mencari dan mengganti kata tertentu dalam banyak file lintas generasi folder.

Misal, saya ingin mencari dan mengganti kata sekedarsekadar dalam semua file teks di seluruh folder dan subfolder.

Ketik:

find . -name "*.tex" -print0 | xargs -0 sed -i '' -e 's/sekedar/sekadar/g'

Update: Cara ini terkadang menghasilkan pesan: sed: can’t read : No such file or directory. Coba pakai cara yang ini.

Baca juga:

Mengedit isi file secara massal

Ketika menyimpan file HTML secara massal, halaman web disimpan dalam format single HTML. Artinya, hanya file HTML yang disimpan. Akibatnya, tampilan web tampak kacau lantaran file CSS tidak tersedia. Masalah lain, kalaupun file CSS sudah ikut didownload, tampilan web tetap kacau karena link/URL yang mengacu pada file CSS tidak sesuai (masih merujuk pada alamat URL situs asalnya). Lantas bagaimana? Selengkapnya…