Belajar bahasa

Seingat saya, dulu jurusan bahasa sepi peminat. Anak-anak lebih bangga kalau bisa masuk jurusan IPA. Kalau bisa! Kalau nggak, masuk IPS pun tak masalah, asal jangan bahasa. Jurusan bahasa seolah aib. Anak-anak bahasa pun dianggap bodoh.

Tapi sekarang lain. Zaman sudah berubah. Saya lihat orang-orang mulai terbuka. Keterampilan berbahasa asing sudah jadi semacam syarat untuk cari kerja. Peluang kerja di negeri sendiri semakin sempit, persaingan semakin ketat, mau tak mau mesti melirik peluang kerja di negeri orang. Kalau sudah begini, kemampuan bahasa baru terasa sekali manfaatnya.

Pergaulan internasional sekarang juga jauh lebih terbuka membuat orang-orang saling berlomba belajar bahasa. Tak hanya Inggris, banyak anak muda sekarang yang suka belajar bahasa Perancis, Jerman, Belanda, Korea, Jepang, Mandarin, Rusia, Arab, dsb. Ini sebuah kemajuan yang—tentu saja—sangat saya sesalkan. Saya menyesal kenapa dulu tidak fokus saja belajar bahasa. Andai dulu saya mahir bahasa asing (selain Inggris tentunya), mungkin saya bisa terbang mengembara lebih jauh lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s