Copy typing

Dulu saya sering menjumpai orang-orang—teman-teman saya—yang cenderung fanatik dengan bidang ilmu tertentu dan meremehkan bidang ilmu yang lain. Saya tidak akan menyebut bidang apa yang saya maksud. Saya khawatir nanti ada yang tersinggung.

Di akademi dan sekolah kejuruan tertentu, keterampilan mengetik cepat (copy typing) masih diajarkan. Di luar itu pun banyak lembaga yang menawarkan kursus serupa bagi orang-orang yang berminat menjadi juru ketik cepat (copy typist).

A copy typist is someone who specialises in typing text from a source which they read. Copy typists learn to touch type at a high speed, which means they can look at the copy they are typing and do not need to look at the keyboard they are typing on.
— from Wikipedia

Saya bisa memahami mengapa mengetik terasa membosankan dan kemudian divonis mati tidak menarik, apalagi bermanfaat. Proses latihannya memang sangat membosankan. Cuma menekan-nekan tuts, membuat surat, mengetik lagi, mengetik lagi berulang-ulang, begitu seterusnya. Benar-benar membosankan, bukan?

Pelajaran mengetik memang sekilas terlihat remeh dan tidak bermanfaat. Mungkin banyak orang berpikir, apa yang bisa dilakukan dengan mengetik? Bagi saya, kemampuan ini jelas terasa manfaatnya. Saya bisa lancar menulis dan menyelesaikan naskah buku lebih cepat dan—ini yang penting—menyenangkan. Rasanya tidak berlebihan kalau saya sebut menyenangkan. Sebab, semakin cepat saya mengetik, semakin lancar ide di benak saya mengalir, dan semakin bersemangat saya menyelesaikan tulisan-tulisan.

Sebagai penulis biografi, kemampuan mengetik cepat tentu saja sangat bermanfaat. Mengetik transkrip wawancara, menulis draft naskah, membuat proposal, membalas email jadi terasa menyenangkan lantaran lebih cepat selesai.

Sebagai penulis blog, keterampilan mengetik cepat juga sangat membantu. Menulis artikel baru, membalas komentar pembaca, semuanya jadi terasa mudah.

Kemampuan mengetik cepat juga bisa meningkatkan rasa percaya diri. Orang akan menilai kita sebagai penulis profesional lantaran mahir mengetik dan menulis dengan cepat. Bayangkan seandainya cuma bisa mengetik dengan dua jari telunjuk.

Selain penulis, keterampilan ini menurut hemat saya juga cocok bagi para editor, programmer, web developer, linux administrator, sekretaris, pegawai administrasi, juru ketik, atau profesi lain yang membutuhkan kecepatan mengetik. Andai pun pekerjaan anda tak berkaitan dengan profesi yang saya sebut tadi, setidaknya keterampilan mengetik cepat tetap berguna ketika browsing, chatting, atau menulis email.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s