Surat

Salah satu hobi langka yang jarang dilakukan oleh anak muda jaman sekarang adalah ini: korespondensi. Inilah hobi saya semasa remaja dulu.

Sejak kecil saya hidup terpisah dari keluarga. Sewaktu Bapak pindah tugas dari Bengkulu ke Bandung, saya tidak ikut serta. Saya memilih kembali ke desa, tinggal bersama nenek, pakde-bude, paklik-bulik, serta saudara-saudara sepupu saya.

Pakde saya seorang guru SD. Tempatnya mengajar persis di depan rumah. Paklik-bulik saya pun guru. Kami memang keluarga guru. Sementara bude punya toko kelontong. Ada dua orang yang ikut menjaga toko saat itu. Saya hanya sesekali membantu.

Awal mula berpisah memang terasa berat. Tapi satu dua bulan kemudian mulai terbiasa. Bukannya tidak kangen dengan keluarga. Kangen itu tetap ada, tapi tidak terlalu menggebu seperti sebelumnya. Lagi pula, saya pun mulai sibuk dengan kegiatan di sekolah.

*

Desa saya masih gelap, belum ada listrik. Satu-satunya sumber penerangan kala itu adalah lampu petromaks. Ada pula lampu teplok dan uplik, tapi jarang digunakan. Keduanya bersumbu minyak tanah, biasa dipakai di kamar atau dapur.

Hidup jauh dari keluarga, suasana desa yang gelap dan sepi, membuat saya kesepian. Saya banyak menghabiskan waktu dengan membaca koran atau majalah, atau apapun yang terserak di bawah meja di ruang tamu. Suara Karya, Suara Merdeka, Jawa Pos, Sahabat Pena (majalah), MOP (Media Pelajar, majalah), Krida Rembang (majalah), Hai (majalah), Panjebar Semangat (majalah basa Jawa), dsb. Hampir semuanya saya baca.

Selain menghibur, membaca ternyata juga mendatangkan teman baru. Di bagian akhir majalah (khususnya SP dan MOP) ada rubrik khusus sahabat pena. Di sana banyak biodata teman-teman yang ingin mencari kenalan, mirip buku kenangan akhir tahun (year book) anak-anak zaman sekarang.

Saya mulai suka menulis surat. Satu per satu mulai berbalas. Senang sekali rasanya. Saya serasa mendapat teman ngobrol, meski mereka tinggal di seberang sana.

Hobi menulis surat membuat saya lancar bercerita lewat tulisan. Saya biasa menulis menjelang tidur atau selepas subuh. Ide atau keinginan menulis surat biasanya datang begitu saja, ketika saya mendadak kangen dengan si A atau B. Memang awalnya tidak lancar. Banyak coretan dan kertas terbuang. Tapi setelah lancar, tak terasa sudah berlembar-lembar. Menulis memang bikin ketagihan.

Jadwal menulis surat tidak tentu. Spontan begitu saja. Kadang saya menulis setelah mendapat surat balasan. Tak jarang saya pun menulis tanpa menunggu balasan, sebab menunggu membuat saya bosan. Dalam seminggu saya bisa menulis tiga atau empat surat. Bahkan lebih, kalau saya sedang bersemangat.

Momen paling menyenangkan tentu saja ketika menerima surat balasan. Saking senangnya, surat dibuka perlahan seperti membuat voucher undian berhadiah. Dibaca pelan-pelan sampai habis. Diulang-ulang, sampai terkadang saya hapal isi suratnya.

*

Hobi menulis surat terus berlanjut sampai SMA, bahkan kuliah. Anehnya, dari dulu saya tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang penulis. Profesi penulis baru terpikir setelah saya dewasa. Itu pun setelah jatuh-bangun mencoba bekerja sebagai pegawai kantoran (yang ternyata tidak cocok).

Setelah era internet masuk, menulis surat (kertas) sudah jarang saya lakukan. Saya pun jarang menulis tangan. Entah ini kemajuan atau kemunduran. Saya lebih suka mengetik email. Mengetik cepat membuat jemari saya serasa melayang. Isi kepala serasa mau tumpah. Itulah sebabnya kalau sedang bersemangat menulis, email saya jadi panjang. Saya tidak menyadarinya sampai teman saya di seberang sana protes.

Haha. Nih ciri khas Eko, kalau nulis enggak pernah pendek… — Gatot

Ada lagi yang lain. Kali ini ia protes bukan dengan kata-kata, melainkan diam. Email saya jarang dibalasnya. Kalaupun dibalas, lama sekali balasannya datang. Padahal… apa sih susahnya membalas email? Sekali klik pun terkirim…

*) Video: “Please Mr. Postman” by Wire Dirty

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s