Kisah Tanah 1

Alhamdulillah. Tidak ada yang menyangka bahwa perjalanan panjang kami berhaji ternyata bermula dari sepetak tanah ini. Alkisah, istri saya mempunyai tabungan berupa sepetak tanah. Niat awalnya memang bukan untuk ditinggali, cuma sebagai investasi. Luasnya kurang lebih 200 m2. Letaknya memang kurang strategis, karena agak jauh dari jalan raya, kira-kira 500-an meter.

Lokasinya cukup nyaman, tidak terlalu ramai. Masih banyak pepohonan, dekat dengan perumahan dan perkampungan warga, juga masih banyak kebun dan sawah warga sekitar. Lahan di daerah ini rata-rata dibangun rumah tinggal atau tempat kos-kosan.

Tanah kami tidak sendirian. Ada beberapa petak tanah lain di sekitarnya milik kolega istri saya. Sebagian sudah ada yang terjual, sebagian lain bahkan sudah ada yang dibangun, meski baru setengah jadi. Total luas lahan jika digabung mungkin muat untuk membangun satu perumahan sederhana berisi 40-an unit rumah.

Selama ini tanah tersebut kurang terawat. Ada beberapa patok yang rusak dan hilang. Kami memang jarang menengok ke lokasi, sebab kami tinggal di sebuah perumahan di kawasan lain yang agak jauh dari lokasi tersebut. Untungnya ada warga setempat yang mau membantu “mengurus”nya dengan menanami palawija dan empon-empon.

Singkat cerita, karena terdesak oleh kebutuhan, tanah tersebut terpaksa kami jual lewat perantara. Sudah ada beberapa calon pembeli yang menghubungi, namun tidak satupun yang berakhir dengan transaksi. Kejadian ini berulang dengan pola yang sama selama beberapa tahun. []

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s